Wujud komitmen Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang dalam mendukung program percepatan penanganan stunting di daerah

21-10-2023 Loka POM di Kabupaten Tulangbawang Dilihat 1325 kali

Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang memberikan kontribusinya sebagai wujud dukungan nyata kepada pemerintah daerah dalam menangani dan mengatasi permasalahan stunting di daerah. Kali ini, bersama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tulang Bawang Barat, Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang hadir mengudara di frekuensi 100 MHz Radio Hit Tubaba, pada hari Jumat, 20 Oktober 2023.

Dalam dialognya, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Tulang Bawang Barat, dr. Herry Achmadi, menerangkan bahwa saat ini program percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas nasional dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas. Strategi nasional menargetkan prevalensi stunting hingga 14% pada tahun 2024, dan saat ini PJ Kabupaten Tulang Bawang Barat mempunyai target untuk menurunkan prevalensi hingga 10% pada tahun 2023 ini di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Menurut dr. Herry, percepatan penurunan stunting telah dapat dilakukan dengan berfokus pada intervensi mulai dari calon pengantin, hingga pada janin di 1000 hari pertama kehidupan (ibu hamil), dengan menggunakan 2 (dua) layanan, intervensi spesifik dan intervensi sensitif, yakni layanan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab langsung dan penyebab tidak langsung terjadinya stunting; dan berbagai layanan tersebut tersusun dalam program-program setiap OPD yang bergotong-royong, bekerja bersama dalam mempercepat penurunan stunting ini.

Seiring dengan penjelasan Sekretaris DP2KB Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kepala Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang, Adjis Sandjaya, S.Si., menjelaskan bagaimana peran Badan POM, khususnya Loka POM Tulang Bawang dalam mendukung program percepatan penangan stunting. Badan POM berperan secara tidak langsung sebagai salah satu bentuk intervensi sensitif yakni dalam hal pengawasan keamanan pangan, seperti pengawasan legalitas peredaran produk, higiene sanitasi baik di sarana produksi maupun sarana distribusi hingga pada higiene sanitasi perilaku konsumen, serta pengawasan terhadap produk pangan fortifikasi. Produk pangan fortifikasi adalah produk pangan yang mengalami penambahan zat gizi mikro/ mikronutrien seperti vitamin dan mineral tertentu, sehingga zat gizi yang dibutuhkan oleh konsumen, khususnya ibu hamil dan anak-anak, dapat terpenuhi, dan dimana hal ini diharapkan dapat mencegah terjadinya stunting.

Badan POM, khususnya Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen senantiasa ikut serta memberikan kontribusinya dalam mendukung upaya pemerintah mencapai tujuan untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. [CC]

Sarana