Tulang Bawang - Pelaksanaan pengawasan kinerja internal Badan POM merupakan salah satu fungsi yang harus dilaksanakan, sehingga mampu mengembangkan budaya kerja birokrasi yang anti korupsi, berkinerja tinggi dan mampu memberikan pelayanan publik terbaik. Senin (26/02/2024) Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI (Deputi 2), Bapak Mohamad Kashuri, S.Si, Apt., M.Farm melakukan pembinaan kinerja di kantor Loka POM di Kab. Tulang Bawang diikuti oleh seluruh pegawai. Dalam kegiatan tersebut didampingi pula oleh Direktur Standarisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI, Ibu Dian Putri Anggraweni, S.Si, Apt., M.Farm, Direktur Pengawasan Kosmetik, Bapak Irwan, S.Si, Apt., M.K.M, kepala BBPOM di Bandar Lampung, Ani Fatimah Isfarjanti, S.Si, Apt. MH selaku Balai Koordinator serta Ketua Tim Per Fungsi BBPOM di Bandar Lampung.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala BBPOM di Bandar Lampung, dalam sambutannnya BBPOM di Bandar Lampung akan selalu menjaga mutu kinerja sesuai dengan visi misi Badan POM. Selanjutnya pemaparan oleh Kepala Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang. Bapak Adjis Sandjaya, S.Si, dalam pemaparannya menjelaskan tentang profil Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang dimana terdapat penambahan wilayah pengawasan menjadi 5 wilayah pengawasan sementara terdapat gap SDM 51%, adanya hibah untuk gedung kantor dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang dan aspek positif Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang.
Selanjutnya pemberian pembinaan oleh Deputi 2, dalam arahannya beliau menjelaskan bahwa kehadiran loka merupakan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan pengawasan terkait obat dan makanan ke daerah-daerah agar semakin intens pengawasan di sekitar kabupaten. Adanya asset yang sudah diberikan oleh Pemerintah Daerah agar tetap dimanfaatkan dan menetapkan lokasi di Tulang Bawang. Loka adalah unit teknis yang ada didaerah untuk pelaksanaan fungsi teknis, pengawasan post market dan produk, serta sarana yang diawasi (produksi dan distribusi). Loka juga melakukan pengujian menggunakan rapid test atau Pengujian Non Instrumental, selanjutnya akan dilakukan pengadaan kebutuhan pengujian yang banyak dilakukan di Loka. Perlu adanya koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk sinergisme kinerja. Fungsi informasi dan komunikasi mencerdaskan stakeholder yang ada agar dapat melakukan pembinaan KIE membantu fungsi Loka sebagai kader untuk mampu melakukan KIE. Untuk fungsi Tata Usaha, tidak hanya IKPA namun juga NKA juga harus inline dengan output yang dicapai. Seperti anggaran, pengelolaan, BMN, dan kearsipan harus saling kolaborasi memberikan manfaat.
Dengan pembinaan Deputi 2 beserta rombongan ini diharapkan Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang dapat meningkatkan kinerja pengawasan obat dan makanan di wilayah kerja kepada masyarakat serta dapat memberikan peningkatan ekonomi kreatif masyarakat melalui UMKM.