Loka POM Tuba Hadirkan Talkshow Radio Generasi Bebas Stunting, Pilih Obat dan Makanan Aman Bersama Dinas P2KB Tulang Bawang Barat

05-07-2024 Loka POM di Kabupaten Tulangbawang Dilihat 1358 kali

Tulang Bawang Barat – Keamanan pangan sangat erat hubungannya dengan kesehatan, sehingga merupakan persoalan serius yang perlu menjadi perhatian. Bahan pangan yang tidak aman dapat menyebabkan masalah kesehatan, penyakit, bahkan berujung kematian. Salah satu masalah kesehatan yang masih cukup tinggi di Indonesia adalah stunting pada anak. Sehingga Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang memberikan edukasi Generasi Bebas Stunting, Pilih Obat dan Makanan Aman melalui media Radio dalam Live Talkshow di Radio Elegan 05,7 FM Tulang Bawang Barat, Kamis (04/07/2024) pagi pukul 10.00 WIB dengan penyiar Uli. Sebagai bentuk keikutsertaan Badan POM dalam mencegah dan menurunkan angka stunting.  

Pemberian materi oleh Kepala Loka POM di Tulang Bawang, Adjis Sandjaya, sekaligus sebagai narasumber utama. Kegiatan ini pun bersinergi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Tulang Bawang Barat, dalam hal ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas P2KB Kabupaten Tulang Bawang Barat, dr. Herry Achmadi. Sebagai wujud kolaborasi pencegahan dan penurunan stunting dengan konsumsi obat dan makanan yang aman.

Pemberian materi seputar stunting dan permasalahannya yang penting diselesaikan berpotensi mengganggu sumber daya manusia hingga kematian bagi anak-anak. Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan .

Masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak. dr. Herry Achmadi menjelaskan bahwa “Hasil dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka stunting, pada tahun 2022 berada pada 15,2 persen  dan untuk SKI 2023 berada di 14,90 persen di propinsi Lampung. Walaupun angka stunting ini menurun, namun angka tersebut masih perlu diturunkan lagi sehingga target angka stunting tidak boleh lebih dari 14 persen”.  

Satu hal yang harus di pahami bersama adalah stunting itu bisa diatasi untuk tidak menjadi stunting  yaitu melalui seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). Sehingga ketika bayi lahir sampai 2 tahun ini masih bisa dilakukan modifikasi, intervensi supaya tidak bisa menjadi stunting.

Pemberian materi seputar keamanan pangan, dimana makanan yang aman adalah makanan yang bebas dari bahaya cemaran biologi, bahaya cemaran kimia, dan bahaya cemaran fisik. Stunting bisa diakibatkan adanya kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang bisa berasal dari makanan yang tidak higienis. Pangan harus dipastikan aman untuk mencegah infeksi yang berulang, dengan adanya Dapur Sehat memudahkan penanganan higienis yang berawal dari rumah tangga. Stunting salah satunya kekurangan protein yang terdapat dalam daging, telur, dan tempe, dalam tempe pun terdapat asam amino.

Pemilihan obat dan makanan dengan Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan dengan pastikan kemasan tidak rusak, koyak, menggelembung, atau penyok. Hindari kemasan rusak untuk menghindari bakteri masuk; Cek Label pastikan nama produk, komposisi dan ada nomor izin edar Badan POM; Cek Izin Edar pastikan nomor terdaftar di Badan POM; dan Cek Kedaluwarsa. Pastikan urutan belanja yaitu makanan kemasan, makanan kering, roti / bakery, susu dan produk olahannya, makanans segar (buah, telur, sayuran), frozen food, dan terakhir makanan siap saji.

Pak Adjis pun turut memaparkan seputar Gula Garam Lemak (GGL) dimana bahan tambahan aman yang sering digunakan pada makanan namun dapat berisiko kesehatan jika berlebih dalam mengonsumsinya. “Gula Garam Lemak yang kadang tidak kita sadari kita tidak boleh banyak-banyak konsumsi. Gula yang pertama maksimal 50 gram setara 4 sendok makan per orang per hari, Garam maksimal 5 gram setara 1 sendok teh dari keseluruhan, Lemak/minyak maksimal 67 gram setara dengan 5 sendok makan. Kedepannya selain bahan berbahaya, kami akan memberikan edukasi seputar Gula Garam Lemak (GGL) ini kepada anak-anak agar tidak berlebihan dalam konsumsi. Kemudian akan berikan edukasi juga terkait Pencegahan Stunting dimana peran anak-anak ini nantinya akan menjadi orang tua sehingga dapat menghindari anak-anak alami pertumbuhan yang kurang dan kurang gizi.”

Diharapkan dengan adanya sinergi Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang dan Dinas P2KB Kabupaten Tulang Bawang Barat bersama menjadi pelopor dalam mencegah serta turut menurunkan stunting yang terjadi dengan memilih obat dan makanan yang aman. [OT]

Sarana