Dukungan Loka POM Tulang Bawang Untuk Kemajuan UMKM Kabupaten Way Kanan

21-06-2024 Umum Dilihat 1260 kali

Tulang Bawang - Industri manufaktur skala mikro dan kecil mendominasi populasi industri di Indonesia, menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Industri tersebut berkontribusi signifikan menyediakan produk obat dan makanan yang aman, bermanfaat, dan bermutu. Namun di sisi lain, industri ini umumnya menghadapi berbagai keterbatasan untuk menghasilkan produk berdaya saing. Oleh karena itu pemerintah perlu memberi perhatian secara khusus untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan mengundang Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang sebagai narasumber Kegiatan “Bimbingan Teknis Penilaian Mandiri CPPOB IRTP Bagi Pelaku Usaha Kab. Way Kanan “ di Hotel Almer pada Kamis (20/06/2024). Kepala Loka POM Kabupaten Tulang Bawang, Adjis Sandjaya menyampaikan bahwa Loka POM Kabupaten Tulang Bawang mendukung tumbuh dan berkembangnya Industri Rumah Tangga Pangan, karena peningkatan produktivitas IKM/UMKM harus dilakukan agar produk yang dihasilkan dapat berdaya saing di pasar internasional dan global, sekaligus memacu roda perekonomian masyarakat kecil dan menengah.

Melalui kegiatan ini, Pelaku usaha mendapatkan pembinaan dan pendampingan terkait dengan Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk menjamin bahwa produk usaha pangan yang akan bersaing dipasaran terjaga keamaan, mutu, dan layak konsumsi. Serta dorongan bagi pelaku usaha untuk mendaftarkan izin edar Makanan Dalam Negeri (MD) melalui Badan POM. Sehingga diharapkan dapat memperluas pemasaran, dan peningkatan ekonomi bagi pelaku usaha.

Kepala Dinas Kesehatan, Srikandi dalam pembukaan kegiatan menyampaikan Dinas Kesehatan menghadirkan 76 pelaku usaha yang berasal dari perwakilan 8 kecamatan di Kabupaten Way Kanan, agar mendapatkan pembimbingan untuk menerapkan CPPOB dan mampu naik kelas sehingga dapat meningkatkan pemasaran.

Badan POM memberikan dukungan dan fasilitasi UMKM antara lain melalui deregulasi dan debirokratisasi persyaratan termasuk pemotongan biaya pendaftaran pangan olahan sebesar 50% dari tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak untuk UMKM pangan olahan.

Loka POM Tulang Bawang Bersama Dinas Kesehatan Way Kanan menghimbau Pelaku Usaha untuk dapat meningkatkan kapasitas dan produktivitasnya sehingga produk UMKM Indonesia dapat berjaya di negeri sendiri dan bahkan dapat ekspansi produknya ke luar negeri. UMKM kuat, bangsa berdaulat. (nin)

Sarana