DARI PASAR HINGGA MPP, BALAI POM DI TULANG BAWANG HADIR MEMBERIKAN EDUKASI GUNA MELINDUNGI MASYARAKAT KABUPATEN MESUJI DARI BAHAN BERBAHAYA PANGAN

04-08-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 121 kali

Mesuji - Balai POM di Tulang Bawang Perkuat Edukasi Keamanan Pangan melalui Inovasi EBP di Kabupaten Mesuji di Pasar Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji sebagai upaya preventif dalam melindungi masyarakat dari peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya dan penyebaran informasi melalui jemput bola di MPP Kabupaten Mesuji pada Selasa (04/08/2026)

Petugas Balai POM memberikan edukasi secara langsung kepada lebih dari 10 pedagang bahan pangan mengenai bahaya penggunaan dan peredaran bahan berbahaya, khususnya boraks yang masih dikenal dengan nama dagang Rajawali dan Bleng Jago. Dari hasil pemantauan di lapangan, masih ditemukan pedagang yang mengedarkan produk tersebut. Melalui pendekatan persuasif, petugas memberikan pemahaman mengenai risiko kesehatan akibat penggunaan boraks serta pentingnya hanya menggunakan bahan tambahan pangan yang telah diizinkan. Sebagai tindak lanjut, para pedagang yang telah diberikan edukasi berkomitmen untuk tidak lagi mengedarkan maupun menggunakan bahan berbahaya pangan tersebut, sehingga diharapkan dapat mewujudkan pangan yang lebih aman bagi masyarakat.

Pada hari yang sama, Balai POM di Tulang Bawang juga melaksanakan penyebaran informasi dan layanan jemput bola di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Mesuji. Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan layanan informasi kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai keamanan pangan, obat, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen kesehatan, serta mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas melalui penerapan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau menggunakan produk.

Melalui kegiatan edukasi langsung di pasar dan pelayanan informasi di MPP, Balai POM di Tulang Bawang terus berkomitmen meningkatkan literasi masyarakat serta memperkuat pengawasan preventif demi mewujudkan pangan yang aman dan masyarakat yang terlindungi serta harapannya melalui kegiatan inovasi tersebut, penyebaran bahan tambahan pangan yang merupakan bahan berbahaya tersebut tidak lagi diperjual belikan secara masiv oleh pedagang dan kedepannya masyarakat semakin paham bahwa boraks tidak seharusnya digunakan sebagai bahan tambahan pangan.[MK]

Sarana